Diskon Transportasi Lebaran 2026 Ringankan Biaya Mudik Dan Libur Panjang

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:47:38 WIB
Diskon Transportasi Lebaran 2026 Ringankan Biaya Mudik Dan Libur Panjang

JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, pemerintah kembali menyiapkan langkah strategis untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi nasional. 

Periode awal tahun yang kerap diwarnai peningkatan kebutuhan perjalanan menjadi perhatian khusus, terutama untuk memastikan biaya transportasi tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Lonjakan permintaan transportasi menjelang Lebaran hampir selalu terjadi setiap tahun. Tanpa intervensi kebijakan, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga tiket dan biaya perjalanan yang signifikan.

 Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu adanya stimulus yang tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di dalam negeri.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 miliar guna membiayai program diskon transportasi selama periode Februari hingga Maret 2026.

 Program ini diharapkan mampu memberikan efek berganda, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun dari sektor transportasi dan pariwisata.

Anggaran Diskon Transportasi Disiapkan Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa anggaran diskon transportasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi awal tahun.

"Kalau anggarannya relatif, untuk diskon transportasi sekitar Rp 200 miliar," ujar Airlangga.

Kebijakan ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas yang biasanya mulai meningkat sebelum Ramadan hingga puncak arus mudik Lebaran. Pemerintah berharap, dengan adanya diskon, masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal tanpa terbebani lonjakan harga tiket.

Selain itu, stimulus transportasi juga diharapkan mampu mendorong sektor-sektor terkait seperti perhotelan, logistik, serta usaha mikro dan kecil di daerah tujuan mudik.

Diskon Tiket Pesawat Ekonomi Hingga 16 Persen

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah sektor penerbangan. Pemerintah memberikan diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga sekitar 16%. Insentif tersebut diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) khusus untuk penerbangan domestik.

Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini memiliki cakupan yang jelas dan terbatas.

"Tapi ini hanya kelas ekonomi dan hanya penerbangan domestik," katanya.

Kebijakan ini dinilai strategis mengingat tiket pesawat sering menjadi komponen biaya terbesar dalam perjalanan mudik, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lintas pulau. 

Dengan adanya potongan harga, diharapkan minat bepergian menggunakan transportasi udara tetap terjaga tanpa mengurangi daya beli masyarakat.

Dukungan Pengelola Bandara dan Penurunan Biaya Operasional

Diskon transportasi Lebaran 2026 tidak hanya mengandalkan insentif fiskal dari pemerintah pusat. Dukungan juga datang dari pengelola bandara. Angkasa Pura turut berkontribusi dengan memberikan diskon airport tax hingga 50%.

Selain itu, harga avtur juga mendapatkan potongan untuk membantu menekan biaya operasional maskapai. Penurunan biaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga tiket pesawat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional industri penerbangan nasional.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha transportasi ini menunjukkan upaya bersama dalam menciptakan ekosistem perjalanan yang lebih terjangkau, aman, dan berkelanjutan selama periode mudik.

Diskon Berlaku Untuk Laut, Kereta Api, Hingga Jalan Tol

Program diskon transportasi Lebaran 2026 juga mencakup moda transportasi lain di luar penerbangan. Pemerintah menyiapkan potongan tarif hingga 30% untuk angkutan laut dan kereta api. Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang tidak terjangkau transportasi udara.

Sementara itu, bagi masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi, pemerintah menyiapkan stimulus berupa diskon tarif jalan tol hingga 20%. Insentif ini diharapkan dapat membantu mengurangi biaya perjalanan darat sekaligus mendorong kelancaran arus mudik.

Dengan cakupan lintas moda tersebut, pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat kebijakan diskon transportasi, tanpa terkecuali.

Target Dorong Ekonomi Kuartal I-2026

Selain untuk mendukung kelancaran mudik dan libur Lebaran, rangkaian kebijakan diskon transportasi ini juga memiliki tujuan makroekonomi. Pemerintah menargetkan agar kebijakan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

Airlangga menilai kuartal pertama memiliki peran penting dalam menentukan kinerja ekonomi sepanjang tahun.

"Nah targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah. Dalam waktu dekat," pungkasnya.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, pemerintah berharap terjadi peningkatan konsumsi, pergerakan barang dan jasa, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Efek domino dari kebijakan ini diharapkan dapat membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sejak awal tahun.

Terkini