INSFRASTRUKTUR

DPUPR Berau Pacu Infrastruktur, Jalan Mantap Ditargetkan Meningkat Tajam 2026

DPUPR Berau Pacu Infrastruktur, Jalan Mantap Ditargetkan Meningkat Tajam 2026

JAKARTA - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Berau terus digenjot. Hingga saat ini, kondisi jalan yang masuk kategori mantap baru mencapai 38 persen dari total jaringan jalan kabupaten. Angka tersebut menjadi perhatian serius Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, mengingat peran vital infrastruktur jalan dalam menunjang mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.

Dengan kondisi tersebut, DPUPR Berau menyusun langkah strategis dan terukur untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan hingga tahun 2026. Berbagai program prioritas disiapkan, mulai dari pembangunan jalan baru, peningkatan kualitas perkerasan, hingga pemeliharaan rutin agar jalan yang telah dibangun tetap terjaga kondisinya. Pemerintah daerah menegaskan bahwa infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Langkah percepatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan geografis Berau yang memiliki wilayah luas, beragam karakter medan, serta jarak antarkampung yang relatif jauh. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan pelayanan publik, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan sektor pariwisata dapat berjalan lebih efisien.

Kondisi Jalan Mantap Masih Jadi Tantangan Utama

Persentase jalan mantap yang masih berada di angka 38 persen menunjukkan bahwa Kabupaten Berau menghadapi tantangan besar dalam penyediaan infrastruktur dasar. Sebagian ruas jalan masih dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat, terutama di wilayah pedalaman dan kawasan dengan akses sulit.

DPUPR Berau mencatat bahwa faktor cuaca, kondisi tanah, serta tingginya mobilitas kendaraan berat turut memengaruhi tingkat kerusakan jalan. Selain itu, luas wilayah kabupaten yang cukup besar membuat penanganan infrastruktur membutuhkan perencanaan matang dan anggaran yang tidak sedikit.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai evaluasi teknis terus dilakukan untuk menentukan prioritas penanganan. Ruas jalan yang menjadi akses utama perekonomian, jalur distribusi hasil bumi, serta penghubung antar kecamatan ditempatkan sebagai fokus utama pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan peningkatan kualitas jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta membuka peluang investasi di berbagai sektor.

Strategi Percepatan Infrastruktur Hingga Tahun 2026

Untuk mengejar ketertinggalan, DPUPR Berau merancang program percepatan pembangunan jalan secara bertahap hingga 2026. Program ini mencakup peningkatan jalan tanah menjadi jalan beraspal atau beton, rehabilitasi ruas jalan rusak, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti drainase dan jembatan.

Pendekatan teknis dilakukan dengan menyesuaikan jenis konstruksi berdasarkan karakteristik wilayah. Di daerah dengan lalu lintas tinggi dan beban berat, konstruksi beton dipilih untuk meningkatkan daya tahan. Sementara di wilayah dengan kondisi tanah tertentu, metode perkerasan fleksibel digunakan agar jalan lebih adaptif terhadap perubahan cuaca dan pergerakan tanah.

Selain itu, DPUPR juga memperkuat sistem perencanaan dan pengawasan proyek agar pembangunan berjalan efektif, efisien, serta tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat, turut dioptimalkan guna memastikan ketersediaan anggaran serta dukungan teknis.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa percepatan pembangunan tetap mengedepankan kualitas. Setiap proyek diwajibkan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan agar infrastruktur yang dibangun memiliki usia pakai panjang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dampak Langsung terhadap Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan diyakini membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang baik mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat arus barang dan jasa, serta membuka akses menuju sentra-sentra produksi dan destinasi wisata.

Bagi masyarakat pedesaan, perbaikan jalan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini menghambat pemasaran hasil pertanian dan perikanan. Dengan konektivitas yang lebih lancar, biaya angkut dapat ditekan, sehingga pendapatan masyarakat berpotensi meningkat.

Sektor pariwisata juga diproyeksikan mendapat dampak positif. Akses jalan yang memadai menuju destinasi wisata akan meningkatkan jumlah kunjungan, mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menciptakan lapangan kerja baru.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur yang merata turut mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat integrasi sosial-ekonomi masyarakat Berau.

Komitmen Pemerintah Daerah Wujudkan Infrastruktur Berkualitas

Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka menengah daerah. Dengan perencanaan yang terarah dan pengelolaan anggaran yang akuntabel, target peningkatan jalan mantap hingga 2026 diharapkan dapat tercapai secara optimal.

DPUPR Berau juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan pembangunan. Masukan, kritik, serta laporan dari warga menjadi bahan evaluasi penting agar setiap proyek benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, percepatan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu menciptakan konektivitas yang lebih baik, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong Berau menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan langkah strategis yang konsisten, target peningkatan kualitas jalan mantap bukan hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Berau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index