JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengambil langkah strategis dalam memperdalam kerja sama internasional dengan Pemerintah Singapura untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Kesepakatan yang dibangun bukan sekadar pertemuan protokoler, tetapi menjadi pondasi awal rangkaian kolaborasi lintas sektor—khususnya dalam pendidikan vokasi, pengembangan kapasitas aparatur, dan koneksi ekonomi jangka panjang.
Kolaborasi SDM: Lebih dari Sekadar Pertemuan Formal
Dalam pertemuan di Makassar, Selasa (3 Februari 2026), Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, secara tegas menyuarakan dukungan penuh Pemprov Sulsel terhadap kerja sama strategis dengan Singapura, terutama yang berkaitan dengan penguatan pendidikan vokasi dan peningkatan kapabilitas pegawai pemerintah.
“Pelatihan peningkatan kapasitas pegawai, pelatihan sekolah untuk vokasi, pelatihan sekolah kejuruan,” ujar Jufri Rahman saat menerima perwakilan Kedutaan Besar Singapura di Makassar.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kolaborasi tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diarahkan untuk menciptakan hasil nyata melalui program-program yang bisa diimplementasikan di Sulawesi Selatan.
Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Hingga Daerah
Aspek penting lain dari kerja sama ini adalah fokus pada pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, menekankan bahwa upaya peningkatan kompetensi tidak boleh terbatas hanya pada ASN tingkat provinsi.
“Terkait penawaran peningkatan SDM ASN, jangan hanya ASN Sulsel saja, tetapi ASN kabupaten dan kota juga,” ujar Asrul.
Dukungan ini membuka peluang lebih luas bagi aparatur dari seluruh wilayah Sulsel untuk mengikuti program pelatihan internasional, yang dipandang bisa memperkaya pengalaman birokrasi lokal dalam konteks global.
Program Singapore Cooperation Programme (SCP)
Salah satu kontribusi nyata dari Singapura dalam kolaborasi ini adalah pembukaan peluang bagi pegawai negeri sipil untuk mengikuti pelatihan melalui Singapore Cooperation Programme (SCP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan kualitas manajemen pemerintahan.
Perwakilan Embassy of the Republic of Singapore–Jakarta, First Secretary (Political) Malik Vickland, menyatakan harapannya agar semakin banyak PNS dari Sulsel yang diberangkatkan ke Singapura untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Kita berharap agar ada banyak PNS yang dari Sulsel ke Singapura untuk pelatihan ini, insyaallah,” ucap Malik Vickland usai pertemuan.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa SDM pemerintahan tidak hanya dilatih di dalam negeri, tetapi juga diberi kesempatan belajar langsung melalui pengalaman internasional—suatu nilai tambah yang sangat strategis dalam dunia birokrasi dan pelayanan publik.
Menghubungkan Pendidikan dengan Investasi dan Ekonomi
Walaupun fokus utama pertemuan ini adalah pada penguatan kualitas SDM melalui pendidikan, kerja sama antara Sulsel dan Singapura juga membuka ruang diskusi yang lebih luas terkait investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam konteks ini, Kedutaan Besar Singapura menyoroti beberapa peluang investasi yang bisa berkembang di Sulawesi Selatan—dan bahkan sudah terealisasi di beberapa sektor. Contohnya, investasi Singapura di kota Makassar melalui jaringan restoran cepat saji 4Fingers Crispy Chicken.
Asrul Sani menambahkan bahwa nilai investasi Singapura di Sulsel saat ini telah mencapai sekitar Rp500 miliar, dan potensi ini masih dapat terus dikembangkan lebih luas.
Pendekatan ini menempatkan hubungan bilateral Sulsel–Singapura sebagai simbiosis antara pengembangan SDM dan pertumbuhan ekonomi—dimana kualitas manusia dapat menjadi faktor penarik investasi dan inovasi.
Memperluas Ruang Kerja Sama dengan Dampak Jangka Panjang
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal konkret untuk memperluas kerja sama strategis antara Sulawesi Selatan dan Singapura, tidak hanya di bidang pendidikan dan pelatihan, tetapi juga dalam kerangka investasi yang berkelanjutan.
Harapan besar ini muncul karena pemangku kepentingan dari kedua pihak sepakat bahwa kualitas SDM menjadi komponen penting dalam meningkatkan daya saing daerah, mendukung percepatan pembangunan ekonomi, serta memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan di era global.
Selain itu, keterlibatan Singapura melalui program pelatihan dan peluang investasi dipandang bisa menjadi katalisator perubahan sosial ekonomi yang lebih progresif di Sulawesi Selatan.
Kerja sama strategis antara Pemprov Sulawesi Selatan dan Pemerintah Singapura difokuskan pada peningkatan kualitas SDM melalui program pelatihan dan pendidikan vokasi, diperluas ke pengembangan kapasitas aparatur hingga investasi ekonomi, serta membuka peluang nyata bagi birokrat lokal untuk belajar secara internasional melalui program SCP.